Dinkes Tangerang Selatan: Angka Kematian Bayi Menurun

Senin, 26 September 2011 12:05 WIB

Tangerang, (ANTARABanten) - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Banten, mengungkapkan angka kematian bayi dan kematian ibu mengalami penurunan.

"Dibandingkan tahun lalu, angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) saat melahirkan  di Tangerang Selatan tahun ini menurun," kata Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Khairati di Tangerang, Senin.

Khairati menjelaskan, jumlah kematian bayi sampai bulan Juni tahun 2011, sebanyak 20 kasus. Sementara jumlah kematian bayi pada tahun 2010 sebanyak 67 kasus dan 2009 terdapat 72 kasus.

Penurunan AKB  juga disertai penurunan angka kematian ibu melahirkan dari Januari hingga September 2011 sebanyak sembilan orang dari sebelumnya sepuluh ibu hamil pada tahun 2010.

Kecenderungan menurunnya AKB, menurut Khairati karena adanya pendataan dan pemantauan terhadap kesehatan ibu hamil dengan melibatkan Puskesmas dan Posyandu.

"Ada pendataan dan pemantauan sehingga ibu hamil dapat merencanakan melahirkan dimana dan dapat diketahui kelainan kehamilan pada ibu hamil tersebut" katanya.

Selain pemantauan terhadap ibu hamil, Khairati menambahkan, adanya peningkatan kemitraan antara dukun anak (paraji) dan bidan.     

"Dahulu dukun anak boleh menolong persalinan, sekarang sudah dilarang. Kalau masih membantu persalinan, para dukun beranak itu dapat dipidana" katanya.

Menurutnya, tingkat kematian bayi karena ditolong dukun beranak cukup tinggi. "Dahulu memang cukup tinggi,
Namun dukun beranak kini bisa diarahkan, jadi sekarang tak terlalu berpengaruh" katanya.

Kini, lanjut Khairati, setiap dukun beranak wajib menginformasikan persalinan ke tenaga kesehatan terutama bidan.     
"Sekarang dukun beranak punya kontak telepon bidan, sehingga setiap pertolongan persalinan wajib melapor ke bidan" katanya.

Dukun beranak di Tangsel berdasar data tahun 2010 sebanyak 70 orang. Jumlah ini diperkirakan menurun karena sebagian besar sudah tua dan sakit.