100 Pasangan di Lebak Dilegalkan Pernikahannya

Jumat, 06 Mei 2011 13:43 WIB

Lebak, (ANTARABanten) - Sebanyak 100 pasangan suami-istri di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang menikah di bawah tangan atau nikah siri dilegalkan perkawinannya oleh Pengadilan Agama setempat.

"Kami sudah menetapkan 100 pasangan suami isteri yang menikah di bawah tangan untuk 'isbath nikah', atau melegalkan perkawinanya secara hukum," kata Kepala Bagian Humas Pengadilan Agama Kabupaten Lebak, Masud di Rangkasbitung.

Ia mengatakan, sebagian besar pasangan suami isteri yang dilegalkan secara hukum tersebut berusia antara 50 sampai 60 tahun.

Kemungkinan pasangan suami isteri menikah siri karena rendahnya kesadaran hukum juga terbatasnya pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA).

Hingga kini perkawinan di bawah tangan di Kabupaten Lebak masih banyak ditemukan.

Program penetapan "isbath nikah" melalui Pengadilan Agama bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten.

"Dengan penetapan perkawinan siri itu tentu mereka memiliki hukum yang sah menurut negara dan anak-anak yang lahir boleh mendapatkan hak pelayanan administrasi kependudukan maupun akta kelahiran," katanya.

Menyinggung tingginya kasus perceraian, kata Mas'ud, pihaknya saat ini terus melakukan jemput bola dengan menggelar Persidangan Agama di tingkat kecamatan.

Selain itu juga dilakukan penyuluhan dan sosialisasi agar masyarakat menceraikan suami isteri melalui Pengadilan Agama karena manfaatnya sangat besar.

Apalagi, bagi pegawai negeri sipil (PNS), TNI maupun Polri jika bercerai harus melalui putusan Pengadilan Agama untuk mendapatkan kartu kuning.

"Jika tidak memiliki kartu kuning tentu akan mengalami kesulitan untuk mengurus administrasi gaji maupun pensiun," kata Mas'ud menjelaskan.