Senin, 25 September 2017

Kalbe Dan Genexine Korsel Kerja Sama

id kalbe farma
 Kalbe Dan Genexine Korsel Kerja Sama
PT Kalbe Farma Tbk dan Genexine Inc. Korea Selatan menjalin kerja sama mendirikan perusahaan patungan PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio) untuk melakukan riset pengembangan obat biologi inovatif. (Arsip)
Dukung program Nawacita pemerintah untuk kemandirian industri farmasi dan alat kesehtan
Jakarta (Antara News) - Dua perusahaan farmasi, PT Kalbe Farma Tbk dengan Genexine Inc. Korea Selatan menjalin kerja sama mendirikan perusahaan patungan PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio) untuk melakukan riset pengembangan obat biologi inovatif baru yang akan dipatenkan serta dipasarkan di wilayah ASEAN, Timur Tengah, Taiwan, dan Australia.

"Kerjasama ini merupakan komitmen perusahaan meningkatkan kesehatan bagi masyarakat dan mendukung program Nawacita pemerintah, kemandirian Industri Farmasi dan Alat Kesehatan 2025," kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius di Jakarta, Rabu.

Vidjongtius mengatakan, pemilihan Genexine Korea Selatan karena perusahaan ini memiliki pengalaman memproduksi obat biologi terbaru, serta yang paling penting bersedia melakukan alih teknologi.

Disamping itu,  melalui anak usaha, PT Kalbio Global Medika, PT Kalbe Farma Tbk membangun pabrik obat  termasuk bahan baku obat biologi yang berlokasi di Delta Silikon 3, Cikarang senilai Rp300-400 miliar.

Melalui Paket Ekonomi Kebijakan XI, pemerintah mencanangkan program percepatan pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang kemudian dituangkan dalam Instruksi Presiden RI nomor 6 tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang diterbitkan pada 8 Juni 2016 dan PerMenKes RI nomor 17tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang diterbitkan pada 27 Februari 2017.  

Tujuannya paket kebijakan tersebut untuk menciptakan kemandirian Industri Farmasi dan Alat Kesehatan pada tahun 2025 sehingga masyarakat dapat memperoleh obat dengan mudah, terjangkau, tersedia di mana pun dibutuhkan dan berkesinambungan, jelas Vidjongtius.

Selama ini, untuk memproduksi obat-obatan, 90 persen bahan baku nya masih diimpor dari luar negeri. Melalui pembangunan  pabrik bahan baku obat biologi, jumlah bahan baku obat  yang diimpor dapat dikurangi sehingga menghemat devisa negara.

Sebaliknya, keberadaan pabrik obat biologi termasuk bahan baku dapat menghasilkan devisa negara karena selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga akan dieskpor ke beberapa negara.

Pabrik yang dibangun PT Kalbio Global Medika, memiliki keunggulan fasilitas teknologi terkini dan berstandar International, sistem jaminan kualitas, serta ramah lingkungan. PT Kalbio Global Medika   melakukan  pelatihan selama satu tahun kepada karyawan bekerja sama dengan i3L (Indonesia International Institute for Life Science) sebelum mereka dapat bekerja di fasilitas produksi  dan pengawasan kualitas.

Sedangkan PT Kalbe Genexine Biologics akan melakukan uji klinis dan komersialisasi next generation recombinant proteins.

"Pada tahap awal, kita rekrut 130 orang sarjana strata 1 dari jurusan kimia dan biotek untuk dididik selama satu tahun atas biaya PT Kalbio  Global Medika, tahun kedua, kita rekrut 30 orang lagi dan saat ini kami sudah memiliki program pelatihan untuk proses produksi obat biologi," Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Sie Djohan.

Melalui KGBio berarti ikut mendukung pemerintah dalam melakukan  penguasaan teknologi melalui alih teknologi dari pihak Genexine pada tahap clinical trial  atau percobaan klinis pada pasien hingga proses produksi dimana produksi ini dilakukan pada PT Kalbio Global Medika, jelas dia.

Kyudon Kim PhD, Chief Operating Officer Genexine Inc menyatakan dukungannya terhadap  uji klinis EPO fase 3 dengan Kalbe Farma, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Kalbe Farma selama ini dikenal sebagai perusahaan yang selalu berinovasi, kuat dalam penelitian. Kerjasama ini akan terus ditingkatkan untuk mengembangkan bahan baku dan obat biologi yang sangat berguna bagi kesehatan," ujar dia.

Kalbe Genexine (KGBio) saat ini sedang mempersiapkan percobaan klinis pasien fase 3 di ASEAN, Australia dan Taiwan untuk Erythropoietin (EPO) dengan efek kerja yang panjang dibandingkan EPO yang ada sekarang.

EPO merupakan hormon yang dihasilkan ginjal untuk pembentukan sel-sel darah merah dimana EPO ini akan berkurang diproduksi pada pasien ginjal kronik.

"Kehadiran PT Kalbio Global Medika dan PT Kalbe Genexine Biologics akan mendukung  penelitian dan pengembangan serta produksi obat biologi dalam negeri yang hasilnya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kita dan sekaligus meningkatkan ekspor di ASEAN  serta negara-negara lain seperti Australia dan Timur Tengah," kata Sie Djohan. 

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga