Senin, 25 September 2017

FKUB: Umat Islam Tidak Terprovokasi Berita "Hoax"

id FKUB: Umat Islam Tidak Terprovokasi Berita "Hoax"
Lebak (Antara News) - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak KH Baidjuri mengatakan umat Islam tidak terprovokasi berita "hoax" (bohong) tentang kekerasan etnis muslim Rohingya, Myanmar.

"Kami menilai kasus yang dialami etnis Rohingnya menjadikan tragedi kemanusiaan dan jangan sampai warga Lebak dan umat Islam pun mau dipecah belah dan diadu domba," kata KH Baidjuri di Lebak, Kamis.

Kasus kemanusiaan yang dialami muslim Rohingnya tentu masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan pelakunya harus dipertanggungjawabkan di Pengadilan Internasional.

Selain itu juga tragedi kemanusiaan di Myanmar bertentangan dengan UUD 1945 dan semua bentuk penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

Peristiwa kekerasan yang dialami etnis muslim Rohingnya di Myanmar jangan sampai menimbulkan gesekan-gesekan antaragama atau gangguan keamanan lainnya di Tanah Air, khususnya Kabupaten Lebak karena kasus ini bukan isu agama atau SARA.

Selama ini, hubungan antaragama di daerah itu relatif baik dan hidup berdampingan ditengah perbedaan keyakinan itu.

Saat ini, Pemerintah Indonesia memberikan perhatian cukup besar untuk menyelesaikan konflik etnis muslim Rohingnya agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan.

Selain itu juga Pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan kemanusian berupa makanan, pakaian, kesehatan dan lainnya.

Sebab, masyarakat muslim Rohingnya sangat memerlukan bantuan kemanusiaan atas tindakan brutal militer Myanmar.

"Kami minta pemerintah Myanmar dapat menciptakan kedamaian dan menghentikan tindakan kekeraan dan pembunuhan terhadap muslim Rohingnya," tegasnya.

Menurut dia, umat beragama di Indonesia  mengutuk perbuatan kekerasan, pembantaian serta pembunuhan yang terjadi atas etnis muslim Rohingya.

Bahkan, mereka korban kemanusiaan di Myanmar dialami anak-anak,perempuan dan usia lanjut yang tidak berdosa itu.

Pemerintah Indonesia terus membangun diplomasi kepada Pemerintah Myanmar agar menghentikan segala tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap muslim Rohingnya.

Begitu juga negara-negara yang tergabung ASEAN dapat membantu menyelesaikan kasus etnik muslim Rohingnya.

"Kita berharap kedepan etnis muslim Rohingnya dapat diawasi oleh negara-negara ASEAN agar tidak terulang lagi tragedi kemanusiaan yang dialami warga muslim Rohingnya," katanya.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga