Minggu, 30 April 2017

Onduline Selenggarakan Lomba Desain Atap Ramah Lingkungan

id Atap Ramah Lingkungan
Onduline Selenggarakan Lomba Desain Atap Ramah Lingkungan
PT Onduline Indonesia sebagai pemegang merek atap bangunan ramah lingkungan asal Perancis kembali menggelar Onduline Green Roof Award 2017. (Antara Foto/ Ganet)
Bertemakan Desain Atap Pondok Wisata Tepi Pantai untuk mendukung 10 KEK Pariwsata yang dicanangkan Presiden Joko Widodo
Jakarta (Antara News) - PT Onduline Indonesia, perusahaan pemegang merek atap Onduline asal Perancis menyelenggarakan lomba desain atap ramah lingkungan ditujukan bagi kalangan arsitek yang telah berkarir minimal satu tahun.

"Onduline Green Roof Award (OGRA) merupakan program berkala dua tahunan bertujuan menggali ide-ide kreatif, inovatif, dan sustainable (berkelanjutan) mengenai rancang bangun atap sesuai visi produk," kata Country Director PT Onduline Indonesia, Tatok Prijobodo di Jakrta, Jumat.

Penyelenggaraan OGRA 2017 berkerja sama dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) untuk mendorong kalangan arsitektur berkompetisi dengan menonjolkan fungsi dan estetika sebuah atap, jelas Tatok.

Tatok mengatakan OGRA 2017 ditujukan bagi arsitek, desain interior, developer, konsultan perencana, dan konsultan pelaksana dengan total hadiah Rp100 juta, serta seluruh karya akan dikumpulkan dalam buku portofolio yang tidak untuk diperjualbelikan.

OGRA 2017 bertajuk "Desain Atap Pondok Wisata Tepi Pantai" diluncurkan berbarengan dengan penyelenggaraan Mega Build Indonesia 16 - 19 Maret 2017 di Jakarta Convention Center Jakarta. Pendaftaran dan pengumpulan karya dibuka mulai 1 April - 30 September 2017.

Tema kali ini dipilih untuk mendukung program pemerintah di sektor pariwisata dimana Presiden Joko Widodo telah menetapkan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, serta akan ditambah lagi menjadi 90 - 100 KEK lagi di 2019.

Tatok mengatakan, peserta dapat memilih lokasi wisata yang menjadi acuannya yang dengan mencerminkan budaya dan unsur lokal di kawasan tersebut.

Adapun lokasinya dapat dipilih di Kepulauan Seribu, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Wakatobi, Mandalika, Labuan Bajo, Morotai, Kepulauan Riau, Bunaken, dan Danau Toba, kata Tatok.

"Produk atap bitumen Onduline sangat cocok diaplikasikan untuk hunian-hunian tepi pantai yang cenderung memiliki cuaca terik. Mengantongi sertifikasi berlabel SNI maka kualitas dan kekuatan tidak diragukan karena telah melalui uji ketahanan di cuaca seperti Indonesia," kata Tatok.

Penilaian desain terletak pada bentuk dan fungsi atap. Peserta harus menentukan desain penyelesaian dan instalasi bentuk atap sesuai dengan iklim tropis Indonesia, jelas dia.

Rancangan pondok wisata nantinya harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya sel surya atau mini hydro, kenyamanan, sehat bagi penghuninya, mengurangi efek panas, mampu memberikan sirkulasi udara, serta material bangunan yang digunakan ramah lingkungan.

Onduline sendiri saat ini memiliki dua seri produk yang menjadi andalan yakni genteng bintunen berbentuk gelombang dan serupa dengan keramik. Material produk Onduline 40 persen merupakan produk daur ulang dari selulosa.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga