Sabtu, 25 Maret 2017

Pemkab Alokasikan Rp3 Miliar Renovasi Kelas SD

id Pemkab Alokasikan Rp3 Miliar Renovasi Kelas SD
Pandeglang (Antara News) - Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengalokasikan Rp3 miliar dari APBD 2017 untuk renovasi ruang kelas sekolah dasar yang mengalami kerusakan.

"Kita dapat Rp3 miliar, dan anggaran itu hanya untuk perbaikan ruangan atau ruang kelas, perpustakaan dan toilet yang mengalami kerusakan sedang dan berat," kata Kasi Sarana Prasarana SD Dindik Pandeglang Fahruroji di Pandeglang, Kamis.

Ia menyatakan, nilai anggaran yang dialokasikan memang tidak akan mencukupi untuk memperbaiki ruangan yang rusak di seluruh SD, karena jumlahnya cukup banyak.

Namun, kata dia, anggaran tersebut tidak mungkin mencukupi untuk pembangunan seluruh SD yang ada di Pandeglang, namun akan tertolong dengan adanya bantuan dari pusat atau biasa disebut DAK murni senilai Rp13,63 miliar.

"DAK murni mencapai Rp13,63 miliar, anggaran itu berada di  Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang," katanya.

Mengenai data yang akan direhabilitasi, menurut dia, ruang kelas itu ada 44 ruangan, kalau toilet sekolah ini yang akan dibangun sembilan sekolah, tapi itu semua akan kita verifikasi ulang.

"Bisa saja data ini berubah sesudah tim konsultan turun ke lapangan, karena ada pergeseran anggaran pada April 2017," ujarnya.

Kepala Dindik Pandeglang Salman Sunardi mengakui jika anggaran jauh dari kebutuhan dan sangat tidak mungkin untuk merehabilisasi semua sekolah. Jumlah SD di daerah itu 857 unit tersebar di 35 kecamatan.

"Kalau berdasarkan data dilapangan ini masih jauh, cuma dengan anggaran yang ada, baik itu dari APBD, DAK dan Bankeu tersebut mudah-mudahan 63 persen sekolah layak melakukan proses pembelajaran," ujarnya.

Diketauhi Pandeglang masih memiliki 4.046 kelas yang rusak untuk tingkat SD. Dengan rincian 3.742 kelas rusak ringan dan 304 kelas rusak berat.

Ia juga mengakui jika kebutuhan ruangan merupakan suatu keharusan yang mesti dipenuhi agar siswa yang melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas bisa kondusif dan nyaman saat berada di kelas. 

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga