Sabtu, 25 Maret 2017

Sampoerna Selenggarakan Program Setelah Sekolah

id pekerja anak
Sampoerna Selenggarakan Program Setelah Sekolah
Sampoerna melalui program CSR menyiapkan program untuk menghentikan pekerja anak (Arsip)
Bertujuan meningkatkan kesadaran siswa, guru dan orangtua mengenai pekerja anak dengan memperkenalkan hak-hak dasar anak
Jakarta (Antara News) – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui program CSR Sampoerna Untuk Indonesia (SUI), bekerja sama dengan Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center menggelar kegiatan Program Setelah Sekolah/ After School Program (ASP) bertemakan "Pendidikan Keterampilan Hidup Bagi Siswa SD Dalam Upaya Pencegahan Pekerja Anak di Pertanian Tembakau".

"Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa, guru dan orangtua mengenai pekerja anak dengan memperkenalkan hak-hak dasar anak," kata Head of Stakeholder, Regional Relations, and CSR Sampoerna, Ervin Pakpahan di Jakarta, Selasa.

Rangkaian kegiatan ASP dilaksanakan di 22 Sekolah Dasar yang tersebar di Kabupaten Klaten, Lumajang, Jember dan Rembang dan telah menjangkau lebih dari 5,000 siswa.

"Program ini merupakan salah satu wujud komitmen Sampoerna dalam mengembangkan potensi yang dimiliki anak-anak di lingkungan pertanian tembakau," ujar Ervin.

Ervin mengungkapkan kegiatan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk orangtua, guru dan pemerintah karena kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa melalui berbagai kegiatan kreatif di pasca jam sekolah.

Dalam program ASP, para siswa diberikan pendidikan, motivasi dan keterampilan sehingga menjauhkan mereka dari kegiatan yang tidak sesuai bagi anak-anak.

Kegiatan ini sejalan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (BPTA) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, antara lain berupa pengadaan kondisi sosial dan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan anak, serta peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak.

Dalam kelas keterampilan non-akademik tersebut, selain diberikan informasi mendalam mengenai hak dasar anak dan jenis-jenis pekerjaan terburuk anak dan risikonya, para siswa juga diperkenalkan ilmu tentang pertanian organik, pengolahan daur ulang sampah, mengenal lagu dan tarian tradisional serta keterampilan membuat puisi dan cerita.

Dalam puncak rangkaian kegiatan ASP, Sampoerna melaksanakan dua kegiatan lainnya guna menampilkan kemampuan dan karya siswa yaitu Family Week-end Challenge (FWC) dan Student Creativity Exhibition (SCE).

"Kegiatan Family Week-end Challenge bertujuan untuk menjaga hubungan dan interaksi diantara orangtua, siswa dan guru. Interaksi ini dibutuhkan untuk memahami situasi pekerja anak," kata Direktur STAPA Center, Zainul Faizin.

Di puncak kegiatan ASP Jember pada akhir Februari lalu, kegiatan SCE yang berbentuk acara Gebyar Seni dan Pameran Karya Siswa dilaksanakan oleh 8 Sekolah Dasar. Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Bupati Jember dan dihadiri oleh 200 orang yang terdiri dari perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Badan Lingkungan Hidup, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan Pemerintah Desa, Perwakilan dari Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kecamatan Mayang dan Kalisat, orangtua siswa, dan organisasi masyarakat yang mempunyai kepedulian pada isu anak di Kabupaten Jember.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga