Serang (AntaraBanten) - Hasil pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten memutuskan sebanyak 10 bakal calon legislatif tidak masuk atau dicoret dari daftar calon sementara anggota DPRD Banten.

Ketua Pokja Pendaftaran Calon Anggota Legislatif (Caleg) KPU Banten Syaeful Bahri di Serang, Rabu, mengatakan hasil pleno KPU Banten memutuskan dari jumlah pengajuan bakal calon legislatif DPRD Banten untuk Pemilu 2014 sebanyak 929 orang, sebanyak 10 orang di antaranya dinyatakan tidak lolos masuk dalam DCS untuk anggota DPRD Banten.

"Awal pendaftaran bacaleg ada sekitar 901 orang, kemudian bertambah menjadi 929 orang bacaleg. Namun dari 12 parpol yang mengajukan bacaleg tersebut, hasil verifikasi diputuskan yang tidak memenuhi syarat atau dicoret dari DCS sebanyak 10 orang," kata Syaeful Bahri.

Ia mengatakan, di antara alasan tidak masuknya bacaleg dari sejumlah parpol un tuk DCS tersebut, disebabkan tidak memenuhi persyaratan seperti ijazah, surat keterangan sehat serta dua orang diantaranya gagal karena usianya saat mendaftar masih di bawah umur.

Menurutnya, 10 bacaleg DPRD Banten yang gagal masuk DCS tersebut diantaranya atas nama Kiki Sakinatul Kirom dari PAN gagal karena masih di bawah umur, Sugeng karena  tidak menyerahkan ijazah dan surat keterangan kesehatan yang mendaftar dari PAN, Syamsudin gagal karena belum lima tahun keluar dari Lapas yang merupakan bacaleg dari PBB.

Selain itu, bacaleg atas nama Mike Yulia dari PDI-P karena tidak ada ijazah, Abdul Roup dari PKB gagal karena di bawah umur, Bahrudin, Ahyati Nufus dari PDI-P, Hendra Mulia dari Partai Gerindra, Mulya Ansorta Batubara dari partai Gerindra dan R Wisnu Kurniananto berasal dari PDIP alasan tidak masuk DCS karena mengundurkan diri.

"Dari jumlah 12 parpol tersebut, ada tujuh yang bacalegnya masuk semua dalam DCS," kata Syaeful Bahri.

Setelah ditetapkan jumlah Daftar Calon Sementara (DCS), KPU Banten akan mengumumkan di media cetak dan selanjutnya pada 14 Juni 2013 akan dilakukan 'uji publik' untuk para caleg yang masuk DCS.