Tangerang, (Antara) - Jumlah pemohon pembuat paspor baru dan penggantian di kantor Imigrasi Tangerang, Banten, mengalami peningkatan.

"Jumlah pemohon pembuat paspor mengalami lonjakan dibandingkan biasanya, sehingga petugas kewalahan," kata Kepala Imigrasi Tangerang Enang Syamsi di Tangerang, Selasa.

Dikatakannya, peningkatan pembuatan paspor terjadi sejak  Januari hingga awal April. Biasanya, jumlah pemohon sebanyak 150 - 200 orang. Namun, saat ini bertambah menjadi 350 - 400 orang/bulan.

Hal tersebut disebabkan karena kantor Imigrasi Jakarta Pusat dan Jakarta Barat sudah tidak
lagi melayani permohonan pembuatan paspor baru.

Dikarenakan, kedua kantor tersebut telah diubah menjadi pelayanan paspor one day service, sehingga berimbas kepada kantor imigrasi Tangerang.

Untuk mengatasi hal tersebut, jam pelayanan yang biasanya dibuka pukul 08.00 WIB, kini dimajukan. Termasuk jam tutup yang semula pukul 15.00 WIB, kini menjadi pukul 16.00 WIB.

Lalu, pihaknya pun telah meminta tambahan peralatan yang ada kepada Direktorat Jenderal Keimigrasian. Dari total enam mesin scanner yang telah ada, akan ditambah dua unit lagi.

"Kita pun sudah bekali petugas untuk tetap ramah melayani warga karena melonjaknya permohonan pembuatan paspor ini," katanya.

Junaedi, salah satu pembuat paspor mengaku proses pembuatan paspor memang agak lama karena banyaknya pemohon. Namun, untuk proses pengurusan memang lebih cepat.

"Termasuk biayanya sebesar 225 ribu. Hanya banyak orang, jadi ruangannya agak sempit saja," ujarnya.