Motor Roda Tiga Dikerahkan Bantu Banjir
Operator motor roda tiga Nozomi tengah membawa bantuan untuk didistribusikan kepada masyarakat korban banjir di Kampung Melayu Jakarta. (Foto: Ganet/ ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Produsen motor roda tiga Nozomi membantu warga yang  terkena banjir di Jakarta dengan mengerahkan unit produksi mereka untuk mendistribusikan bantuan.

"Kita sediakan 20 unit motor roda tiga untuk evakuasi dan membantu posko di tiga lokasi dalam mendistribusikan sandang pangan dan lain-lain," kata Cindy Leo, representative manajement  Nozomi  PT Nozomi Otomotif Indonesia, Cindy Leo di Jakarta, Jumat.

Cindy mengatakan, motor roda tiga sangat bermanfaat untuk daerah banjir karena  Tmemiliki kemampuan dalam menerobos genangan banjir di gang-gang sempit.

Cindy mengatakan, unit motor roda tiga itu sengaja ditinggal dan dibagikan di tiga lokasi posko banjir yakni Kampung Melayu, Bukit Duri, dan Tambora.

Cindy mengatakan, motor roda tiga yang disiapkan untuk membantu korban banjir di tiga lokasi seluruhnya masih dalam kondisi standar dari pabrik.

"Kita hanya kasih tambahan selang pada saluran pembuangan  dan memberikan sealant (segel air) pada perangkat listrik sehingga kendaraan tetap aman apabila menerjang banjir," kata dia. 

Motor roda tiga Nozomi dirakit di Subang Jawa Barat dipasarkan dengan hargai sekitar Rp18 sampai Rp20 juta per unit dengan wilayah pemasaran  Jawa dan Sumatra.

Cindy mengatakan, meskipun Nozomi buatan Cina akan tetapi teknologinya menggunakan buatan Jepang sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi.

Cindy mengatakan, perusahaan tahun 2013 mentargetkan dapat memasarkan motor roda tiga sebanyak 20.000 unit, lebih tinggi dari capaian 2012.

Dia juga menyampaikan motor roda tiga Nozomi dibekali mesin berkapasitas 150 sampai 200 cc yang dikenal bandel untuk berbagai kondisi jalanan.

Pembeli sebagian besar merupakan pedagang, petani, dan pengusaha yang difasilitasi juga melalui fasilitas kredit dari Columbia.

Tidak hanya motor roda tiga, perusahaan juga memberikan bantuan berupa pangan dan alat kebersihan, serta tenaga operator untuk membawa kendaraan dan mekanik untuk pemeliharaaan, jelas Cindy.

"Mereka kami tempatkan di masing-masing posko untuk memberikan layanan 1x24 jam terhadap unit yang membutuhkan perawatan," jelas dia.

Bantuan untuk Kampung Melayu secara simbolis diserahkan kepada Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu.

Bambang nengatakan, keberadaan kendaraan roda 3 ini sangat bermanfaat, karena hampir 80 persen kondisi di wilayahnya, khususnya yang terkena banjir berada di dalam gang.

"Dengan adanya kendaraan Nozomi ini, bantuan bisa lebih cepat didistribusikan untuk masyarakat," katanya.

Saat ini, kata Bambang, pengungsi ada di dua titik yakni RS Hermina Pos RW 3, masing-masing berisikan 150 orang dan 60 orang.

"Sebenarnya saat ini kondisinya sudah lebih baik, dalam arti  mereka sudah bisa kembali ke rumah masing-masing. Tapi karena kondisinya masih lembab, dikhawatirkan tidak sehat, sehingga mereka masih di pengungsian," katanya.

Adapun rencana untuk merelokasi warga, menurut dia sudah direncanakan dan penduduk bersedia mengikuti program pemerintah tersebut.

"Memang mereka bersedia, asalkan apa yang mereka minta bisa dipenuhi, misalnya jika ditempatkan di rumah susun, maka rumah tersebut bisa menjadi milik mereka," katanya.

Bambang mengatakan sejak peristiwa banjir tercatat sudah 91 perusahaan swasta dan pemerintah yang terlibat termasuk Nozomi.

Kampung Melayu termasuk kawasan yang terkena banjir parah dengan ke dalaman air paling tinggi mencapai 4,5 meter.