Pandeglang (ANTARABanten) - Madrasah Diniyah  Awaliyah (MDA) Mathla'ul Ulum Cihideung, Kecamatan Cimanuk telah menerapkan teknologi multi media sebagai upaya mengikuti perkembangan zaman.


Kepala MDA Mathla'ul Ulum Cihideung Hasan Afifi di Pandeglang, Senin menjelaskan bahwa penerapan teknologi multi media di lembaga pendidikan dasar agama tersebut, sebagai upaya untuk mengubah pradigma masyarakat yang menilai pembelajaran di MDA terekesan terbelakang.

Hal itu disampaikan Afifi saat ikhtifalan (kelulusan) siswa MDA Mathla'ul Ulum yang juga dihadiri anggota DPRD Pandeglang Anton Chairul Syamsi dan Pengawas Pendidikan Agama  Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang Salim Djupanda.

"Dalam ikhtifalan ini, misalnya kita menggunakan teknologi multi media, dan ini sebagai upaya kita mengubah pradigma masyarakat bahwa anggapan pembelajaran MDA itu terlebelakang tidak tepat, buktinya di MDA Mathla'ul Ulum teknologi berbasis multi media sudah diterapkan," katanya.

Ikhtifalan berbasis teknologi sengaja digelar guna memberi pencerahan  dan jawaban bahwa pendidikan di MDA juga tidak anti dengan modernisasi dan bisa menyerap teknologi.

"Baru kali ini perayaan ikhtifalan MDA dilaksanakan dengan format berbeda, ini sebagai  bukti bahwa ada cara  pembelajaran yang  lebih maju dan professional yang diterapkan di MDA Mathlaul Ulum Cihideung," katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Anton Chaerul Syamsi mengaku bahwa mendukung penerpan tekonologi yang dilaksanakan MDA Mathla'ul Ulum Cihideung, diharapkan memicu MDA lain yang melakukan hal yang sama.

"Pendidikan agama tidak harus menjauhi modernisasi dan teknologi. Memang seharusnya sejalan antara agama dengan teknologi," ujarnya.

Politisi dari Partai Golkar itu, juga mengharapkan penerapan teknologi yang dilakukan di MDA tersebut akan mendorong para siswa untuk lebih percaya diri.