Tangerang (ANTARABanten) - Guru berstatus honorer di Kabupaten Tangerang, Banten, hingga kini mencapai 6.000 orang tersebar di 29 kecamatan.


"Kami berharap pemerintah pusat segera mengangkat guru tenaga honor itu menjadi pegawai negeri sipil (PNS)," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Komarudin, Senin.

Ia mengatakan, saat ini mereka para tenaga guru honorer yang mengajar di jenjang SD, SMP, SMA/SMK juga mendapat gaji dari alokasi pemerintah daerah melalui APBD.

Selain itu guru honorer juga ada yang digaji oleh sekolah bersangkutan.

Selama ini, kata dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak bisa mengangkat mereka menjadi PNS.

Selama ini pengangkatan PNS merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Oleh karena itu, kata dia, hingga kini  Kabupaten Tangerang masih kekurangan guru karena terbatasnya pengangkatan PNS.

"Kita hanya memiliki guru PNS sekitar 7.000 orang dan  merasa terbantu dengan adanya guru honor untuk mengisi kekurangan itu," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah pusat agar guru honorer tersebut segera diangkat menjadi PNS.

Sebab banyak guru honor mengabdikan diri di dunia pendidikan hingga 20 tahun.

"Saya kira jika tidak ada pengangkatan PNS dipastikan ke depan akan terjadi kekurangan guru, apalagi tahun ke tahun banyak guru yang memasuki masa pensiun," ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, Juli, seorang guru honor di SDN Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang mengaku ia berharap diangkat menjadi PNS karena sudah tujuh tahun mengabdi di sekolah belum ada kepastian.

"Kami merasa senang jika menjadi PNS, karena menjadi guru honor hanya menerima gaji Rp450 ribu per bulan," katanya.