Ribuan Warga Blokir Jalan Cikande-Rangkasbitung

Serang (ANTARABanten) - Ribuan orang yang merupakan warga Kecamatan Kopo, Jawilan, dan Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, berunjuk rasa dengan memblokir Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung yang menghubungkan Kabupaten Serang dengan Kabupaten Lebak, Selasa.

Koordinator aksi unjuk rasa, Anas Mantofany mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat terhadap pemerintah daerah yang membiarkan jalan sepanjang 26 kilometer tersebut rusak berat.

"Kalau ada perbaikan dari pemerintah tidak pernah maksimal. Perbaikan dilakukan sepotong-sepotong. Kami minta, segera perbaiki jalan dan tidak ada alasan untuk menunda," katanya.

Anas mengatakan, kerusakan telah menghambat perkembangan ekonomi masyarakat sekitar, dan tak jarang menyebabkan kecelakaan.

"Hampir setiap hari terjadi kecelakaan di sini. Kebanyakan pengendara motor jatuh karena kesulitan mengendarai kendaraan mereka. Tapi pernah juga ada mobil yang sampai terbalik," katanya.

Anas mengancam akan tetap memblokir jalan sampai tuntutan perbaikan dipenuhi oleh pemerintah. Aksi pemblokiran tersebut merupakan yang kedua kalinya.

"Tepat satu tahun lalu, kami juga melakukan pemblokiran. Jalan setelah itu diperbaiki tapi kemudian rusak kembali dalam tempo cepat," katanya.

Iqbal, warga Kampung Gabus, Desa Gabus, Kecamatan Jawilan mengatakan bahwa kerusakan jalan tersebut terjadi setelah ada kegiatan galian pasir di Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, dan Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.

"Kami sudah minta pemerintah untuk menghentikan galian pasir tersebut, tetapi tidak diindahkan. Sampai sekarang masih beroperasi 24 jam," katanya.

Selain memblokir jalan, warga juga membentangkan kain putih sepanjang 500 meter yang kemudian ditandatangani sebagai tanda protes warga terhadap kerusakan jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Shaleh mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya sudah berencana untuk memperbaiki jalan tersebut dengan dana sekitar Rp 50 miliar.

"Tahap pertama sudah mulai turun Rp 14 miliar. Nanti di APBD perubahan akan dianggarkan lagi sebesar Rp 20 miliar. Dan 2011 pun akan di anggarkan kembali. Jadi tak usah lagi berdemonstrasi," katanya.

Shaleh berharap, setelah diperbaiki, tidak ada lagi kendaraan berat yang masuk sehingga jalan bisa awet.